Trik Cerdas Mengetahui Furnitur Antik Original

Berita Terbaru Furniture Apa kamu memiliki furnitur antik di rumah? Nyatanya furniture yang satu ini memang memberikan kesan keindahan tersendiri. Terlebih jika furnitur antik tersebut memiliki sejarah yang menarik seperti peninggalan bekas zaman Belanda, peninggalan kakek, atau hanya ada satu di dunia. Tidak heran kalau harganya sangat mahal. Karena harga yang mahal ini, ada beberapa penjual nakal yang mengubah furnitur biasa menjadi furnitur antik. Supaya kamu tidak tertipu saat membeli, coba simak beberapa tips mengetahui furnitur antik original berikut ini!

 

Trik Cerdas Mengetahui Furnitur Antik Original

 

 

1. Cari tahu dulu referensi furnitur antik yang diinginkan
Sebelum mencari dan membeli furnitur antik, sebaiknya kamu mencari tahu terlebih dahulu referensi furnitur yang diinginkan. Misalnya kamu ingin membeli furnitur antik dari tahun 50-an, cari informasi mengenai bentuk dan ciri-ciri furnitur yang memang populer pada era tersebut. Informasi tersebut bisa dijadikan perbandingan dengan furnitur antik yang ditawarkan oleh penjual.

2. Memperhatikan bahan dasar furnitur antik yang asli
Furnitur antik umumnya dibuat dari kayu dan umurnya sudah lebih dari puluhan tahun. Kayu yang digunakan adalah tipe kayu jati. Untuk furnitur sebelum tahun 1900 kayu yang digunakan adalah kayu ek, mahogani, maple, pinus, cherry, dan rosewood.Semakin tua dan semakin keras kayu yang digunakan untuk furnitur antik, urat kayu pun akan semakin menonjol. Kamu tidak perlu alat khusus untuk merasakan urat kayu tersebut, cukup dilihat dengan mata telanjang atau meraba permukaan furnitur.Furnitur antik yang asli dibuat dari kayu utuh, bukan berupa sambungan. Kamu juga bisa melihat bagian engselnya, apakah sudah berkarat atau belum. Furnitur antik sudah berumur puluhan atau bahkan ratusan tahun, wajar jika ada bagian berkarat.

3. Mengamati furnitur antik di bawah sinar terang
Cahaya yang redup bisa membuat furnitur asli dan palsu terlihat sama. Jangan ragu untuk meminta penjual membawanya ke area yang lebih terang supaya kamu bisa melihat beberapa tanda bekas pakai yang dimiliki furnitur antik asli. Misalnya saja keretakan, noda, dan permukaan yang mulai kasar.

4. Ingatlah bahan finishing yang digunakan furnitur antik asli
Bahan finishing yang digunakan pada zaman dulu dan sekarang jelas berbeda. Furnitur antik asli, misalnya meja antik atau kursi-kursi antik yang diproduksi sekitar tahun 1800 hingga 1900 umumnya menggunakan bahan finishing berupa minyak dan wax. Pada era tersebut para pengrajin furnitur tidak menggunakan cat sebagai bahan finishing. Furnitur zaman dulu dibuat menggunakan tangan, bukan produksi massal menggunakan mesin besar. Wajar saja jika furnitur antik asli memiliki sejumlah bekas perbaikan seperti bekas tambalan, pemasangan kayu yang kurang pas, hingga penggunaan veneer.Kecuali memang furnitur tersebut dibuat oleh pengrajin profesional di zamannya, pasti akan ada bekas perbaikan pada furnitur. Sebaliknya, furnitur antik palsu akan terlihat begitu mulus.

5. Lihat detail pintu dan laci furnitur

Saat ingin membeli furnitur untuk melengkapi interior dengan desain vintage di rumah, jangan lupa perhatikan sambungan. Sambungan yang digunakan untuk menyatukan potongan kayu furnitur antik asli biasanya dibuat secara manual sehingga hasilnya tidak seragam. Jika kamu menemukan sambungan tersebut memiliki ukuran seragam dan simetris, kemungkinan besar furnitur antik tersebut palsu dan dibuat menggunakan mesin besar.

6. Perhatikan konstruksi furnitur antik
Paku dan skrup pada zaman dulu pun tidak memiliki bentuk yang seragam satu sama lain. Terkadang, ujungnya tumpul dan kasar. Kondisi paku dan skrup pada furnitur antik asli yang berasal dari tahun 1900-an bisa saja sudah melekat dan tertanam betul pada serat kayu. Sedangkan furnitur antik palsu biasanya menggunakan paku dan skrup dengan bentuk yang seragam dan sangat rapi.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *